Kamis, 08 Oktober 2015

MISI GERAKAN DAKWAH

Kerusakan yang terjadi pada umat Islam sekarang adalah kerusakan yang kompleks dan multidimensional. Kerusakan itu terjadi secara merata baik pada pemimpin, ulama, dan rakyat umum. Kondisi tersebut menjadikan umat Islam memasuki fase sejarah yan genting; terpuruk dalam kepemimpinan dunia, terpecah belah dalam negara-negara kebangsaan, dan gagal membawa misi peradaban di dunia kontemporer.
Karena kerusakan yang terjadi bersifat kompleks dan multidimensional maka perbaikan yang dilakukan tentu tidak boleh dalam bentuk tambal sulam. Perbaikan yang dilakukan tak cukup sekadar merenovasi bangunan umat dan merestorasi kerusakan-kerusakan yang ada. Karena perbaikan yang seperti itu tidak membuat umat Islam sebagai “pasien sakit” sembuh dari penyakitnya.
Melihat kondisi umat Islam yang seperti itu maka tugas dakwah sekarang bukan sekadar memberi nasehat dan peringatan. Tugas penting dakwah kini ada dua hal, pertama, ta’riful islam, yaitu mengajarkan hakikat Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, dimulai dengan  membangun kembali akidah umat Islam yang menjadi fondasi struktur bangunan umat. Dan kedua, tarbiyyatul ummah, yaitu membina umat, mentakwin kader, menyiapkan ulama dan daiyah agar idealita Islam menjadi nyata dan hidup; umat bisa mewujudkan keyakinan, ucapan, dan perbuatan dalam model kepribadian yang agung; serta social-politik umat merefleksikan kebesaran dan kejayaan Islam.
Jadi, memperbaiki umat Islam adalah sebuah megaproyek. Menurut Imam Hasan Al-Banna megaproyek itu tak mungkin terwujud di dunia realitas kecuali ada kelompok umat yang memiliki empat sifat. Pertama, mereka punya iradah qawiyyah [kemauan hebat] yang tak dihinggapi kelemahan sedikitpun. Kedua, mereka punya wafa` tsabit [kesetiaan kokoh] yang tak dikotori sifat kenifakan, apologi, dan pengkhianatan. Ketiga, mereka punya tadh-hiyah ‘azizah [pengorbanan besar] yang tak bisa dihalangi ketamakan dan kebakhilan. Dan keempat, mereka punya iman bil mabda` [keyakinan pada prinsip] yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan serta tertipu dengan isme-isme dan jargon-jargon dari luar Islam.
Keberhasilan Tarbiyah Dan Takwin
Menurut Muhammad Quthub dalam Kaifa Nad’un Naas terdapat tiga komponen penting dalam tarbiyah dan takwin yang sukses. Tanpa hal itu tarbiyah dan takwin tak bisa berhasil dengan baik. Pertama, ‘azhamatul murabbin, yaitu adanya pendidik-pendidik yang agung. Murabbi yang punya kepribadian agung sangat penting dalam tarbiyah dan takwin. Keberadaannya punya pengaruh besar pada diri mutarabbi [orang yang dididik]. Dengan melihat keagungan dan kemuliaan para murabbi maka para mutarabbi akan termotivasi untuk mengikuti dan menirunya bahkan terobsesi untuk menjadi lebih agung dan besar. Di masa lalu ulama-ulama besar, panglima-panglima hebat, dan sulthan-sulthan adil adalah lahir dari proses tarbiyah dan takwin yang dijalankan murabbi-murabbi agung.
Kedua, ‘azhamatul manhaj, yaitu adanya metode tarbiyah Islamiyyah yang hebat. Manhaj tarbiyah Islamiyyah yang paling hebat adalah menhaj tarbiyahnya Rasul saw. Sebab, melalui manhaj yang dijalankannya itu Rasul saw berhasil melahirkan generasi “khairu ummah”; generasi manusia paling baik dan “ummatan wasathan”; generasi pemimpin yang bisa mewujudkan keadilan Islam dan kerahmatannya di muka bumi. Karena itu, keberhasilan tarbiyah dan takwin sekarang ditentukan dengan sejauh mana pengenalan dan pemahaman para murabbi tentang manhaj tersebut. Semakin dalam pengenalan dan pemahaman para murabbi tentang manhaj itu maka potensi keberhasilan mereka dalam  tarbiyah dan takwin akan makin besar.
Dan ketiga, salamatu fithratil mutarabbin, yaitu selamatnya fitrah para mutarabbi dari kerusakan yang ditimbulkan jahiliyah. Jahiliyah disetiap jaman selalu merusak fitrah manusia yang mengakui dimensi Rububiyyah dan Uluhiyyah. Karena itu,para  murabbi harus memiliki pandangan tajam tentang kondisi bahan baku manusia yang ingin ditarbiyah dan ditakwinnya. Ketakmampuannya melakukan seleksi tentu akan menjadi beban tersendiri dalam rencananya untuk mewujudkan megaproyek keumatan yang besar. Keagungan pribadi yang sudah dimiliki dan pengenalan yang baik tentang manhaj tarbiyah kenabian tak dapat menghasilkan mutarabbi-mutarabbi yang punya berbagai keunggulan bila bahan baku manusianya buruk. Bahan baku buruk tersebut dalam terminologi sosiologi disebut “rajusy syari’”. Yaitu manusia yang tak punya pendirian kokoh dan karakter kuat. Pendirian dan sikapnya baik positif dan negatif ditentukan opini dan arahan media massa.
Tak Boleh Isti’jal
Selama tiga belas tahun berdakwah di Makkah jumlah pengikut Rasul saw tak banyak. Apabila dalam Perang Badar yang merupakan perang pertama setelah hijrah gabungan pasukan muslim yang terdiri dari muhajirin dan anshar  sekitar tiga ratus prajurit maka dapat disimpulkan bahwa jumlah shahabat yang beriman selama masa dakwah di Makkah cukup kecil.
Meskipun demikian, Rasul saw tetap fokus menjalankah dakwah, mengajarkan Islam kepada shahabat, dan mentarbiyah mereka agar menjadi rijal dan qiyadah. Dalam rumah Arqam bin Abil Arqam itulah proses ta’riful islam dan tarbiyyatul ummah dijalankan. Rasul saw tak berkecil hati karena jumlah pengikutnya kecil. Rasul saw tak mengendorkan semangatnya karena banyaknya orang yang menentang dakwahnya. Hasilnya luar biasa. Shahabat yang ditarbiyah dan ditakwin di rumah Arqam bin Abil Arqam tak ada satupun yang murtad. Mereka merupakan bagian qa’idah shalabah yang fenomenal dan merubah sejarah dunia.
Gerakan dakwah sekarang justru dihinggapi sikap isti’jal [terburu-buru] dalam semua kondisi baik dalam menanamkan akidah, membentuk akhlaknya, menjalankan tarbiyah dan takwin, meluaskan basis dst. Tak dipungkiri bahwa bertambahnya jumlah pengikut dan meluasnya basis dakwah menjadi keinginan semua daiyah. Tetapi ketika semua itu terjadi secara cepat tanpa melalui proses dan tahapan yang benar dalam dakwah maka akan banyak melahirkan problem dakwah dan gerakan. Sehingga pada akhirnya gerakan dakwah disibukkan oleh problem-problem internal.
Kalau mengkaji sirah nabawiyah kita akan dapatkan bahwa kader dakwah Rasul saw dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar.
Pertama, kalangan muhajirin dan anshar. Mereka itulah kelompok yang menjadi fokus tarbiyah dan takwin yang dilakukan Rasul saw selama dua puluh tiga tahun. Sehingga setelah menjadi pribadi-pribadi aagung mereka membantu Rasul saw dalam mentarbiyah “ahlul madinah” [penduduk Madinah] dan “a’rab” [orang-orang arab yang hidup disekitar Madinah]. Dalam kajian dakwah kontemporer mereka diistilahkan dengan “qa’idah shalabah”. Mereka itulah yang kemudian menjadi qiyadah-qiyadah dan murabbi-murabbi umat sepeninggal Rasul saw.
Kedua, ahlul madinah wa man haulahu minal a’rab [penduduk Kota Madinah dan orang-orang yang tinggal disekitarnya]. Mereka merupakan prajurit-prajurit dan penolong-penolong. Mereka menyambut seruan dakwah Rasul saw dan bergabung di dalamnya. Mereka ikhlaskan hati dan mentajnid diri mereka untuk membela Islam dari musuh-musuhnya.  Dan mereka tetap tsabat ketika banyak kabilah-kabilah arab yang murtad dan atau tak mau tunduk kepada Khalifah Abu Bakar dengan mengirimkan zakat. Dalam istilah dakwah kontemporer mereka disebut dengan “qa’idah muwassa’ah”. Meskipun mereka adalah barisan kader lapis kedua tetapi mereka merupakan prajuritpprajurit yang ikhlas, menghibahkan dirinya untuk dakwah dan agama, serta membelanya dengan orientasi ikhlas karena Allah Ta’ala.
Ketiga, para shahabat yang masuk Islam setelah Fathu Makkah. Mereka menjadi bagian dari sahabat dan kader Rasul saw setelah Islam tamkin di muka bumi. Setelah menyaksikan kebenaran nubuwwah Rasul saw mereka beriman secara benar, mentajnid diri mereka, beramal untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala, serta meng-istidrak ketertinggalan mereka dengan menjadi penakluk-penakluk dalam masa kepemimpinan khulafa` rasyidin. Dalam terminology gerakan Islam mereka disebut “qa’idah jamahiriyyah”. Jadi, qa’idah jamahiriyyah bukan “rasjulusy syari’”. Mereka tetap pendukung dakwah yang punya karakter dan kepribadian. Punya tingkat komitmen yang tinggi pada agama. Serta siap memberikan pengorbanan bagi kejayaan Islam.

10 MUWASHOFAT MARHALAH TAMHIDI

A. SALIMUL AQIDAH

1-Tidak meruqyah kecuali dengan Qur’an Ma’tsur;
2-Tidak berhubungan dengan jin;
3-Tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin;
4-Tidak meramal nasib dengan melihat telapak tangan;
5-Tidak menghadiri majlis dukun dan peramal;
6-Tidak meminta berkah dengan mengusap-usap kuburan;
7-Tidak meminta tolong kepada orang yang telah dikubur (mati);
8-Tidak bersumpah dengan selain Allah swt;
9-Tidak tasyaum (merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu);
10-Mengikhlaskan amal untuk Allah swt;
11-Mengimani rukun iman;
12-Mengimani kenikmatan dan siksa kubur;
13-Mensyukuri nikmat Allah swt saat mendapatkan nikmat;
14-Menjadikan syetan sebagai musuh;
15-Tidak mengikuti langkah-langkah syetan;
16-Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya

B. SHAHIHUL IBADAH
1-Tidak sungkan adzan;
2-Ihsan dalam Thaharah;
3-Bersemangat untuk shalat berjama’ah;
4-Bersemangat untuk berjama’ah di masjid;
5-Ihsan dalam shalat;
6-Qiyamul-Lail minimal sekali sepekan;
7-Membayar zakat;
8-Berpuasa fardhu;
9-Berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan;
10-Niat melaksanakan haji,
11-Komitmen dengan adab tilawah;
12-Khusyu’ dalam membaca Al Qur’an;
13-Hafal satu juz Al Qur’an;
14-Komitmen dengan wirid tilawah harian;
15-Berdo’a pada waktu-waktu utama;
16-Menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristighfar;
17-Berniat pada setiap melakukan perbuatan;
18-Menjauhi dosa besar;
19-Merutinkan dzikir pagi hari;
20-Merutinkan dzikir sore hari;
21-Dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan;
22-Memenuhi nadzar;
23-Menyebar luaskan salam;
24-Menahan anggota tubuh dari segala yang haram;
25-Beri’tikaf pada bulan Ramadhan, jika mungkin;
26-Mempergunakan siwak;
27-Senantiasa menjaga kondisi Thaharah, jika mungkin

C. MATINUL KHULUQ
1-Tidak takabbur;
2-Tidak Imma’ah (asal ikut, tidak punya prinsip);
3-Tidak dusta;
4-Tidak mencaci maki;
5-Tidak mengadu domba;
6-Tidak Ghibah;
7-Tidak mematikan omongan orang lain;
8-Tidak mencibir dengan isyarat apapun;
9-Tidak menghina dan meremehkan orang lain;
10-Tidak menjadikan orang buruk sebagai teman/sahabat;
11-Menyayangi yang kecil;
12-Menghormati yang besar;
13-Memenuhi janji;
14-Birrul Walidain;
15-Menundukkan pandangan;
16-Menyimpan rahasia;
17-Menutupi dosa orang lain;
18-Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada keluarganya;
19-Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya

D. QADIRUN ‘ALAL KASBI
1-Menjauhi sumber penghasilan haram;
2-Menjauhi riba;
3-Menjauhi judi dengan segala macamnya;
4-Menjauhi tindak penipuan;
5-Membayar zakat;
6-Menabung, meskipun sedikit;
7-Tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain;
8-Menjaga kepemilikan umum;
9-Menjaga kepemilikan khusus

E. MUTSAQAFUL FIKR
1-Baik dalam membaca dan menulis;
2-Membaca satu juz tafsir Al Qur’an (juz 30);
3-Memperhatikan hukum-hukum tilawah;
4-Menghafalkan hadits 1 s.d 20 Arba’in;
5-Menghafalkan 20 hadits pilihan dari Riyadhush-Shalihin;
6-Mengkaji marhalah Makkiah dan menguasai karakteristinya;
7-Mengenal 10 sahabat yang dijamin masuk surga;
8-Mengetahui hukum Thaharoh;
9-Mengetahui hukum Shalat;
10-Mengetahui hukum Puasa;
11-Membaca sesuatu yang di luar spesialisasinya 4 jam setiap pekan;
12-Memperluas wawasan diri dengan sarana-sarana baru;
13-Menyadari adanya peperangan zionisme terhadap Islam;
14-Mengetahui Ghozwul Fikri;
15-Mengetahui organisasi-organisasi terselubung;
16-Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran;
17-Menjadi pendengar yang baik;
18-Mengemukakan pendapatnya;
19-Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’I;
20-Tidak menerima suara-suara miring tentang kita

F. QAWWIYUL JISM
1-Bersih badan;
2-Bersih pakaian;
3-Bersih tempat tinggal;
4-Komitmen dengan adab makan dan minum sesuai dengan sunnah;
5-Tidak berlebihan dalam jaga/begadang;
6-Komitmen dengan olah raga 2 jam setiap pekan;
7-Bangun sebelum fajar;
8-Memperhatikan tata cara baca yang sehat;
9-Mencabut diri dari merokok;
10-Menghindari tempat-tempat kotor dan polusi;
11-Menghindari tempat-tempat bencana (bila masih di luar area)

G. MUJAHID LINAFSIHI
1-Menjauhi segala yang haram;
2-Menjauhi tempat-tempat bermain yang haram;
3-Menjauhi tempat-tempat ma’siat

H. MUNAZHAM FI SYU’UNIHI
1-Memperbaiki penampilannya (performennya);
2-Tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang Islam

I. HARITSUN ‘ALA WAQTIHI
1-Bangun pagi;
2-Menghabiskan waktu untuk belajar

J. NAFI’UN LIGHAIRIHI
1-Melaksanakan hak kedua orang tua;
2-Ikut berpartisipasi dalam kegembiraan;
3-Membantu yang membutuhkan;
4-Memberi petunjuk orang tersesat;
5-Menikah dengan pasangan yang sesuai

Kamis, 24 September 2015

KELURAHAN/DESA DI KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

DAFTAR NAMA KECAMATAN KELURAHAN/DESA & KODEPOS DI KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Republik Indonesia.
Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Sulawesi Selatan (Sulsel)
Kota/Kabupaten : Bone

1. Kecamatan Ajangale
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ajangale di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Allamungeng Patue (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Amessangeng (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Labissa (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Lebbae (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Leppangeng (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Manciri (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Opo (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Pacciro (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Pinceng Pute (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Pompanua (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Pompanua Riattang (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Salewangeng (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Telle (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Timurung (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Welado (Kodepos : 92755)
2. Kecamatan Amali
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Amali di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Ajang Laleng (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Amali Riattang (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Benteng Tellue (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Bila (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Laponrong (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Lili Riattang (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Mampotu (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Mattaro Purae (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Tacipong (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Tassipi (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Tocinnong (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Ulaweng Riaja (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Waempubbue (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Waemputtange (Kodepos : 92755)
- Kelurahan/Desa Wellulang (Kodepos : 92755)
3. Kecamatan Awangpone
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Awangpone di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Abbanuang (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Awo Lagading (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Bulumparee (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Cakke Bone (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Carebbu (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Cari Gading (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Cumpiga (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Jaling (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Kading (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Kajuara (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Lappo Ase (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Lettekko (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Maccope (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Mallari (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Mappalo Ulaweng (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Mappalo Ulaweng I (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Matuju (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Paccing (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Unra (Kodepos : 92776)
4. Kecamatan Barebbo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Barebbo di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Kading (Kodepos : 90225)
- Kelurahan/Desa Apala (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Attobaja (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Bacu (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Barebbo (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Cempaniga (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Cingkang (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Congko (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Corawalie (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Kajaolaliddong (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Kampuno (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Lampoko (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Parippung (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Samaelo (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Sugiale (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Talungeng (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Watu (Kodepos : 92771)
- Kelurahan/Desa Wollangi (Kodepos : 92771)
5. Kecamatan Bengo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bengo di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bengo (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Bulu Allapporenge (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Liliriawang (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Mattaro Puli (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Selli (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Tungke (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Walimpong (Kodepos : 92763)
6. Kecamatan Bontocani
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bontocani di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Kahu (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Bana (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Bontojai (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Bulusirua (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Ere Cinnong (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Lamoncong (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Langi (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Pammusureng (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Pattuku (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Watangcani (Kodepos : 92768)
7. Kecamatan Cenrana
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cenrana di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Ajallasse (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Cakkeware (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Cenrana (Awang Cenrana) (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Labotto (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Laoni (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Latonro (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Lebbongnge (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Naga Uleng (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Pacubbe (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Pallae (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Pallime (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Panyiwi (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Pusungnge (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Ujung Tanah (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Watang Cenrana (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Watang Labotto (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Watang Ta (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Watu (Kodepos : 92754)
8. Kecamatan Cina
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cina di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Abbumpungeng (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Ajangpulu (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Arasoe (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Awo (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Cinennung (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Cinennung I (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Kanco (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Kawerang (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Lompu (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Padang Loang (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Tanete (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Tanete Harapan (Kodepos : 92772)
- Kelurahan/Desa Welenreng (Kodepos : 92772)
9. Kecamatan Dua Boccoe
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Dua Boccoe di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Cabbeng (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Kampoti (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Laccori (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Lallatang (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Matajang (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Melle (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Padacenga (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Pakkasalo (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Panyili (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Pattiro (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Praja Maju (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Sailong (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Sanrangeng (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Solo (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Tawaroe (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Tempe (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Tocina (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Turumame (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Ujung (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Uloe (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Unnyi (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Watang Padacenga (Padacengnga) (Kodepos : 92753)
- Kelurahan/Desa Watang Padacenga I (Kodepos : 92753)
10. Kecamatan Kahu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kahu di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Biru (Kodepos : 92714)
- Kelurahan/Desa Cenrana (Kodepos : 92754)
- Kelurahan/Desa Palakka (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Arallae (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Balle (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Bonto Padang (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Cakkela (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Cammilo (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Carima (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Hulo (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Labuaja (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Lalepo (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Maggenrang (Manggenrang) (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Maggenrang I (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Matajang (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Mattoanging (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Nusa (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Palattae (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Pasaka (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Sanrego (Kodepos : 92767)
- Kelurahan/Desa Tompong Patu (Kodepos : 92767)
11. Kecamatan Kajuara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kajuara di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Abbumpungeng (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Ancu (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Ancu I (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Angkue (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Awang Tangka (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Buareng (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Bulu Tanah (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Gona (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Kalero (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Lamakkaba (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Lappa Bosse (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Lemo (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Mallahae (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Mallahae I (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Massangkae (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Pude (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Raja (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Tarasu (Kodepos : 92776)
- Kelurahan/Desa Waetuwo (Kodepos : 92776)
12. Kecamatan Lamuru
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lamuru di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Barakkae (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Barakkae I (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Barugae (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Lalebata (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Mamminasae (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Massenrenpulu (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Mattampa Bulu (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Seberang (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Sengeng Palie (Kodepos : 92764)
- Kelurahan/Desa Turucinnae (Kodepos : 92764)
13. Kecamatan Lappariaja
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lappariaja di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Lili Riattang (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Patangkai (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Pattuku Limpoe (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Sengeng Palie (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Tenri Pakkua (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Tonronge (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Ujung Lamuru (Kodepos : 92763)
- Kelurahan/Desa Waekeccee (Kodepos : 92763)
14. Kecamatan Libureng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Libureng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Baringeng (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Binuang (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Bune (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Ceppaga (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Laburasseng (Laburasse) (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Mallinrung (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Mario (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Mattiro Bulu (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Mattiro Deceng (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Pitumpidange (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Ponre-Ponre (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Ponre-Ponre I (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Suwa (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Swadaya (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Tanabatue (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Tappale (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Tompobulu (Kodepos : 92766)
- Kelurahan/Desa Wanuawaru (Kodepos : 92766)
15. Kecamatan Mare
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mare di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Batu Gading (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Cege (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Data (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Kadai (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Karella (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Lakukang (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Lapasa (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Lappa Upang (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Lappa Upang I (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Mario (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Pattiro (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Sumaling (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Tellongeng (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Tellu Boccoe (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Ujung Salangketo (Kodepos : 92773)
- Kelurahan/Desa Ujung Tanah (Kodepos : 92773)
16. Kecamatan Palakka
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Palakka di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bainang (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Cinennung (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Lemoape (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Maduri (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Mattanete Bua (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Melle (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Mico (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Panyili (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Pasempe (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Passippo (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Siame (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Tanah Tenga (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Tirong (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Ureng (Kodepos : 92761)
- Kelurahan/Desa Usa (Kodepos : 92761)
17. Kecamatan Patimpeng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Patimpeng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Batulappa (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Bulu Ulaweng (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Latellang (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Maddanrengpulu (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Masago (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Massila (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Paccing (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Patimpeng (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Pationgi (Kodepos : 92768)
- Kelurahan/Desa Talabangi (Kodepos : 92768)
18. Kecamatan Ponre
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ponre di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bolli (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Mappesangka (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Mattampae (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Pattimpa (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Salampe (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Salebba (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Tellu Boccoe (Kodepos : 92765)
- Kelurahan/Desa Turu Adae (Kodepos : 92765)
19. Kecamatan Salomekko
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Salomekko di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bellu (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Gattareng (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Malimongeng (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Manera (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Mappatoba (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Mappatoba I (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Pancaitana (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Tebba (Kodepos : 92775)
- Kelurahan/Desa Ulu Balang (Kodepos : 92775)
20. Kecamatan Sibulue
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sibulue di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Ajang Pulu (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Balieng Toa (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Balieng Toa I (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Bulie (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Kalibong (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Lette Tanah (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Mabbiring (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Malluse Tasi (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Manajeng (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Maroanging (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Massenrengpulu (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Pakkasalo (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Pasaka (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Pattiro Bajo (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Pattiro Riolo (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Pattiro Sompe (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Sumpang Minangae (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Tadang Palie (Kodepos : 92781)
- Kelurahan/Desa Tunreng Tellue (Kodepos : 92781)
21. Kecamatan Tanete Riattang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bukaka (Kodepos : 92711)
- Kelurahan/Desa Manurungnge (Kodepos : 92711)
- Kelurahan/Desa Masumpu (Kodepos : 92711)
- Kelurahan/Desa Walennae (Kodepos : 92711)
- Kelurahan/Desa Ta (Kodepos : 92712)
- Kelurahan/Desa Watampone (Kodepos : 92713)
- Kelurahan/Desa Biru (Kodepos : 92714)
- Kelurahan/Desa Pappolo (Kodepos : 92721)
22. Kecamatan Tanete Riattang Barat
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Barat di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92731)
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92731)
- Kelurahan/Desa Watang Palakka (Kodepos : 92731)
- Kelurahan/Desa Jeppee (Kodepos : 92732)
- Kelurahan/Desa Macege (Kodepos : 92732)
- Kelurahan/Desa Macanang (Kodepos : 92733)
- Kelurahan/Desa Majang (Kodepos : 92734)
- Kelurahan/Desa Bulu Tempe (Kodepos : 92735)
23. Kecamatan Tanete Riattang Timur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Timur di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Cellu (Kodepos : 92715)
- Kelurahan/Desa Toro (Kodepos : 92715)
- Kelurahan/Desa Bajoe (Kodepos : 92716)
- Kelurahan/Desa Lonrae (Kodepos : 92716)
- Kelurahan/Desa Tibojong (Kodepos : 92716)
- Kelurahan/Desa Panyula (Kodepos : 92717)
- Kelurahan/Desa Waetuo (Kodepos : 92718)
- Kelurahan/Desa Pallette (Kodepos : 92719)
24. Kecamatan Tellu Limpoe
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Batu Putih (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Bonto Masunggu (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Gaya Baru (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Lagori (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Pallawa (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Sadar (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Tapong (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Tellangkere (Kodepos : 91671)
- Kelurahan/Desa Tondong (Kodepos : 91671)
25. Kecamatan Tellu Siattinge
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tellu Siattinge di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Ajjalireng (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Itterung (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Lamuru (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Lanca (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Lappae (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Lappae I (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Lea (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Mattoanging (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Otting (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Padaidi (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Palongki (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Patangnga (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Patangnga I (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Pongka (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Sijelling (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Tajong (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Tokaseng (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Ulo (Kodepos : 92752)
- Kelurahan/Desa Waji (Kodepos : 92752)
26. Kecamatan Tonra
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tonra di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Bacu (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Biccoing (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Bonepute (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Bulu-Bulu (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Gareccing (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Libureng (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Muara (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Padatuo (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Rappa (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 92774)
- Kelurahan/Desa Ujunge (Kodepos : 92774)
27. Kecamatan Ulaweng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ulaweng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Cani Sirenreng (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Galung (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Jompie (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Lamakkaraseng (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Lilina Ajangale (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Manurunge (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Manurunge I (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Mula Menree (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Pallawa Rukka (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Sappe Walie (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Tadang Palie (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Tea Malala (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Teamusu (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Timusu (Kodepos : 92762)
- Kelurahan/Desa Ulaweng Cinnong (Kodepos : 92762)


Rabu, 10 Juni 2015

Bupati Bone Hadiri Wisuda SUPM Negeri Bone

Watampone, Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. menghadiri acara wisuda Siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone Angkatan Ke-29 Tahun Ajaran 2014-2015 di halaman SUPM Negeri Bone di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Rabu (10/06/2015).  Turut bersama Bupati, Asisten II Andi Gunadil Ukra, Kabag Humas dan Infokom,  Andi Promal Pawi, Acara wisuda tersebut dihadiri oleh para orang tua/ wisudawan serta tamu dan undangan lainnya.

Kepala SUPM Negeri Bone Ir. Yip Regan, M.P. dalam laporannya mengatakan sebanyak 143 orang siswa SUPM  Negeri Bone Angkatan ke-29 Tahun Ajaran 2014/2015 diwisuda hari ini, Rabu (10/6/2015), siswa tersebut terdiri dari beberapa jurusan yakni Teknologi Budi Daya Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, dan Nautika Perikanan Laut.

“Sejak tahun 1986 SUPM Negeri  telah mewisuda 2440 orang siwa dan sebagian besar dari alumni tersebut telah mendapatkan pekerjaan. Baik pada TNI, Polri, PNS, Perusahaan Nasional dan Perusahaan Asing,” kta Yip Regan dalam sambutannya.

Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. dalam sambutannya, memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan, serta  apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur kependidikan di SUPM Negeri Bone atas prestasi yang diperoleh selama ini yang mampu mengimplementasikan visi dan misi yang diembannya.

Bupati berharap " SUPM Negeri Bone sebagai  lembaga pendidikan melahirkan SDM  kompeten dalam mendukung Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan, serta upaya menyejahterakan masyarakat Kelautan dan Perikanan melalui pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan khususnya di wilayah Kabupaten Bone " harap Bupati

seperti diketahui, Kabupaten Bone termasuk salah satu Kabupaten di pesisir Timur provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari 27 kecamatan, di antaranya terdapat 10 kecamatan wilayah pantai dengan panjang garis pantai 138 km, yang terbentang dari Utara ke Selatan, yaitu kecamatan Cenrana sampai kecamatan Kajuara. Berdasarkan letak geografisnya, memiliki berbagai potensi sumber daya alam sehingga memberi peluang untuk dikembangkan sebagai pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia. khususnya pembangunan melalui pengelolaan dan pemamfaatan potensi sumber daya Perikanan dan Kelautan. 

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan sehingga diharapkan dapat menunjang pembangunan adalah melalui pengelolaan dan pemamfaatan potensi sumber daya Perikanan dan Kelautan yang dapat dilakukan pada tiga dimensi wilayah, yaitu : Dimensi Perairan Laut dalam,  Dimensi Perairan Pantai / Pesisir, dan Dimensi Perairan Darat. 
Sedang melalui dimensi perairan laut dalam, kegiatan pembangunannya dapat diarahkan pada pengembangan usaha penangkapan ikan yang bernilai ekonomi tinggi khususnya ikan tuna, layang, tongkol, cakalang, dan tenggiri.

Kemudian Dimensi perairan pantai / pesisir, diarahkan pada pengembangan usaha budidaya tambak dengan komoditi andalan udang windu, bandeng, kepiting bakau, dan rumput laut Gracillaria Sp dan rumput laut Eucheuma Cottonil, ikan karang dan teripang.

Selasa, 17 Maret 2015

ANAK SUKSES BERMULA DARI BANGUN PAGI (TIPS PARENTING)

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dg kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati
3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang
4| Mulailah dg malam yg berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.
5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yg
menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan
6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dg cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yg tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran
7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dg dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah
Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah
9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yg dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dg
cara yg ia bilang
10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam
11| Bangunkan anak dg kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dg lembut tembus
ke hati
12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dg doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi
13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola
14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak
bangun pagi dg kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan
15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan
16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yg tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna
17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan
18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat
19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami
20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi
(Bendri).

Selasa, 04 November 2014

Bekerjalah dengan Tim Anda

Bekerjalah dengan Tim Anda

Bekerjalah dengan Tim Anda

Kerjasama merupakan hal yang fundamental di rumah Anda, dalam pekerjaan Anda, dan di dalam kehidupan sosial Anda. Kerjasama adalah kebutuhan absolut di dalam bentuk pemerintahan demokrasi dan sistem perdagangan bebas kita.

Ada dua macam kerjasama. Jenis pertama adalah kejasama yang didorong oleh rasa takut atau kebutuhan, jenis kedua adalah kerjasama yang berdasarkan kehendak bebas. Tim kerja sejati hanya dapat didapatkan dengan memiliki motivasi yang benar untuk mendorong kerjasama dan usaha yang saling menguntungkan.
Dalam beberapa dekade yang telah berlalu, sejak Andrew Carnegie menjadi kapten industri Amerika, tidak ada seorang pun yang benar-benar telah mengembangkan formula Carnegie untuk mendorong kerjasama tim. Sistemnya sederhana. Pertama: Carnegie menetapkan insentif keuangan melalui promosi-promosi dan bonus-bonus yang didesain agat sesuai dengan setiap jenis pelayanan yang dapat diberikan oleh masing-masing individu. Kedua: Carnegie tidak pernah memperingatkan karyawan manapun secara terbuka, tetapi membuat karyawan agar mereka memperingatkan diri mereka sendiri dengan cara mengajukan pertanyaan yang terarah secara hati-hati. Ketiga: Carnegie tidak pernah membuat keputusan-keputusan untuk para eksekutifnya. Dia mendorong agar mereka membuat keputusan-keputusan mereka sendiri dan bertanggungjawah atas hasil-hasil dari keputusan mereka.
Metode Carnegie mendorong prestasi setiap individu di dalam struktur tim karena dia pereaya bahwa sukses terbesar itu dapat diraih hanya melalui kerjasama tim. Ini berarti memberi kerjasama di samping menerima kerjasama. Pemimpin yang egois hanya mendapatkan sedikit kerjasama dari bawahan-bawahan mereka karena kerjasama itu sama seperti cinta kaslh yang harus diberikan oleh seseorang agar dia menerima kerjasama dari orang lain. 
Kapten Eddie Rickenbacker menginspirasikan kerjasama tim selama dua kall terjadi perang dunia dalam pelayanannya di Angkatan Udara. Selama Perang Dunia I, Eddie pribadi telah menembak jatuh dua puluh pesawat terbang musuh. Dan selama Perang Dunia II, dengan contoh pribadinya, Eddie mendorong sekelompok manusia dirgantara untuk membentuk tim yang mampu menyelamatkan diri mereka sendiri di saat mereka hanyut di Lautan Pasifik di atas rakit terbuka selama hampir sebulan. Cara kerjasama tim Carnegie juga merupakan dasar untuk membangun Eastern Airlines.
William James, seorang filsut, pernah berkata, "Kalau Anda dapat mempengaruhi orang lain agar bekerjasama dengan Anda dalam suasana yang akrab, maka Anda akan bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan dengan hanya sedikit atau tidak ada hambatan." Sungguh merupakan pemyataan yang berani, tetapi memang benar kenyataannya demikian.
Kalau Anda mendalami jiwa yang dimiliki perusahaan besar dan berhasil, maka Anda akan menemukan bahwa setlap aktivitas merupakan kerjasama, yang diinspirasikan oleh atasan kepada hawahan. Kapanpun Anda memperhatikan tim olahraga yang menang, penghargaannya tidak hanya untuk satu orang. Sudah tentu pelatihlah yang memberi inspirasi kepada para pemainnya agar mendahulukan keberhasilan tim sebelum kemenangan pribadi. Knute Rockne dari Notre Dame menjadi legenda selama hidupnya karena kemampuannya yang menakjubkan dalam mendorong kerjasama.
Interpretasi yang tepat tentang motivasi mendorong kerjasama yang akrab harus memperhatikan Khotbah di Atas Bukit. Tidak ada cara yang lebih baik untuk membentuk kerjasama saling menguntungkan dibandingkan dengan cara menerapkan Perintah Utama (The Golden Rule / Aturan Emas). 
Perintah Utama, hukum yang bunyinya memerintahkan agar kita melakukan pada orang lain apa yang ingin agar orang lain melakukannya untuk kita juga memiliki aspek lawan yang negatif - yaitu hukum balas dendam. Hukum ini sangat dalam tertanan di dalam sifat alamiah manusia. Dengan hukum inilah, arti dari pesan Alkitah yang mengatakan, "Apapun yang ditanam oleh manusia, itu pula yang akan dia panen," menjadi sangat jelas. Karena memang benar bahwa apapun yang Anda lakukan atau berikan kepada orang lain, Anda telah melakukan atau memberikan untuk diri sendirl. 
Bekerjasamalah dengan baik bersama tim Anda - maka tim Anda akan membawa Anda menuju sukses.

ANWAR DAN SANG BURUNG KECIL

ANWAR DAN SANG BURUNG KECIL
Ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah, hujan mulai turun sangat lebat. Setelah makan malam, sebelum memulai pekerjaan rumahnya, dia bertanya kepada ibunya apakah dia boleh melihat hujan dulu sebentar. Ibu bilang bahwa Anwar boleh melihatnya sebentar saja. Anwar melihat ke jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun di luar. Ada orang berjalan di jalanan dengan memakai payung, dan yang tidak mempunyai payung merapatkan diri mereka ke bangunan. Tak lama kemudian, gumpalan hujan mulai terbentuk di mana-mana. Mobil yang lewat memuncratkan air ke sisi jalan dan orang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan. Anwar berpikir betapa menyenangkannya berada di dalam rumah dan dia harus lebih bersyukur kepada Allah Yang telah memberinya makanan dan rumah yang hangat untuk tinggal. Pada saat itu juga, seekor burung jelatik hinggap di bingkai jendela. Anwar berpikir bahwa burung malang itu pasti sedang mencari tempat berteduh dari hujan, dan dia segera membuka jendela.
“Hai, namaku Anwar,” katanya. “Kamu boleh masuk kalau kamu mau.”
“Terima kasih, Anwar,” kata sang burung kecil. “Aku ingin menunggu di dalam sampai hujan reda.”
“Kamu pasti kedinginan di luar sana,” Anwar ikut merasakan “Aku belum pernah melihat burung sedekat ini sebelumnya. Lihat betapa tipisnya kakimu! Bagaimana kakimu dapat menahan badanmu hingga tegak?”
“Kamu benar, Anwar,” sang jelatik setuju. “Kami burung memiliki kaki yang tipis dibanding tubuh kami. Namun, biarpun demikian, kaki-kaki tersebut mampu menahan tubuh kami dengan sangat mudah. Ada banyak otot, pembuluh darah dan syaraf didalamnya. Bila kaki kami lebih tipis atau lebih tebal lagi, akan sulit bagi kami untuk terbang.”
“Terbang pasti rasanya sangat menakjubkan,” pikir Anwar. “sayapmu terlalu tipis, juga, namun kalian masih dapat terbang dengannya. Jadi, bagaimana kamu dapat terbang sedemikian jauhnya tanpa merasa lelah?”
“Saat pertama kali kami terbang, kami menggunakan banyak sekali tenaga karena kami harus mendukung berat badan kami pada sayap kami yang tipis,” mulai sang jelatik. “Namun begitu kami di udara, kami menjadi santai dengan mebiarkan tubuh kami terbawa angin. Jadi, karena kami menghabiskan lebih sedikit tenaga dengan cara ini, kami tidak menjadi lelah. Saat angin berhenti bertiup, kami mulai mengepakkan sayap kami lagi. Karena kelebihan yang telah Allah ciptakan untuk kami, kami dapat terbang dalam jarak yang sangat jauh.”
Anwar kemudian bertanya, “Bagaimana kamu dapat melihat sekelilingmu saat sedang terbang?”
Sang jelatik menjelaskan: “Organ indera terbaik kami adalah mata kami. Selain memberikan kemampuan untuk terbang, Allah juga memberikan kami indera penglihatan yang sangat hebat. Jika kami tidak memiliki indera penglihatan bersamaan dengan kemampuan ajaib kami untuk bisa terbang, hal itu sangatlah berbahaya bagi kami. Kami dapat melihat benda yang sangat jauh dengan lebih jelas daripada manusia, dan kami memiliki jangkauan penglihatan yang luas. jadi begitu kami melihat bahaya di depan, kami dapat menyesuaikan arah dan kecepatan terbang kami. Kami tidak dapat memutar mata kami seperti manusia karena mata kami diletakkan pada pencengkramnya. namun kami dapat menggerakkan kepala kami berputar dengan cepat untuk memperluas wilayah penglihatan kami.”
Anwar mengerti: “Jadi, itulah mengapa burung selalu menggerakkan kepala mereka: untuk melihat ke sekeliling mereka. Apakah semua mata burung seperti itu?”
“Burung hantu dan burung-burung malam hari lainnya memiliki mata yang sangat lebar,” sang jelatik melanjutkan. “Berkat sel khusus dalam mata mereka, mereka dapat melihat dalam keremangan. Karenanya, burung hantu dapat melihat dengan sangat baik untuk berburu di malam hari. Ada juga jenis burung yang disebut burung air; Allah menciptakan mereka agar mereka dapt melihat dengan sangat baik di dalam air. Mereka mencelupkan kepala mereka ke dalam air dan menangkap serangga atau ikan. Allah menciptakan kemampuan ini dalam burung-burung ini agar mereka dapat melihat dengan jelas di dalam air dan menangkap mangsa mereka.”
“Tidak semua paruh burung sama, nampaknya. Mengapa demikian?” Anwar bertanya.
“Allah menciptakan berbagai jenis paruh yang berbeda untuk burung yang berbeda untuk melakukan pekerjaan yang berbeda,” demikian jawabannya. “Paruh kamu sesuai dengan sempurna terhadap lingkungan di mana kami tinggal. Ulat dan cacing sangat lezat bagi kami para burung pemangsa serangga. dengan paruh kami yang tipis dan tajam, kami dapat dengan mudah mengambil ulat dan cacing dari bawah daun pohon. Burung pemakan ikan biasanya memiliki paruh yang panjang dengan bentuk seperti sendok pada ujungnya untuk menangkap ikan dengan mudah. Dan burung yang makan dari tumbuhan memiliki paruh yang membuat mereka dapat makan dengan mudah dari jenis tumbuhan yang mereka sukai. Allah telah menyediakan dengan sempurna untuk setiap makhluk di Bumi dengan memberikannya kemampuan yang dia butuhkan.”
Anwar punya pertanyaan lain untuk sang jelatik: “Kamu tidak mempunyai telinga seperti yang aku punya, namun kamu masih dapat mendengarkan aku dengan sangat baik. Bagaimana bisa?”
“Indera pendengaran sangatlah penting bagi kami para burung. Kami menggunakannya untuk berburu dan saling memperingatkan akan adanya kemungkinan bahaya sehingga kami dapat melindungi diri kami. Sebagian burung memiliki gendang pendengaran yang membuat mereka mampu mendengar suara yang paling kecil. Pendengaran burung hantu sangat peka akan suara. Burung Hantu dapat mendengar tingkat suara yang tidak dapat didengar manusia,” sang jelatik memberitahukannya.
Anwar kemudian bertanya: “Kalian para burung berkicau dengan sangat merdu. Aku senang mendengarkan kalian. Untuk apa kalian menggunakan suara kalian?”
Sang burung mengangguk: “Sebagian dari kami memiliki kicauan yang berbeda untuk mengusir musuh kami. Terkadang kami membuat sarang kami di dalam lubang pada batang pohon, dan ketika musuh mencoba masuk, kami mendesis layaknya ular. Penyusup tersebut berpikir bahwa ada ular di dalam sarang itu, sehingga kami dapat melindungi sarang kami.”
“Apa lagi yang kalian lakukan untuk melindungi sarang kalian dari musuh?” Anwar ingin tahu.
“Kami membangun banyak sarang tipuan untuk menyesatkan musuh kami,” kata sang burung. “Dengan cara ini kami membuat para penyusup tersesat dan melindungi sarang dan telur kami yang telah kami sembunyikan di daerah tersebut. Untuk melindungi sarang kami dari ular berbisa, kami menutupi jalan masuk dan membuatnya sangat berliku-liku. Kewaspadaan lainnya adalah membangun sarang pada pohon yang cabangnya berduri.”
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
(QS. an-Nahl, 16:79)
“Bagaimanakah sebagian burung dapat berenang dalam air? dan mengapa tidak semua burung dapat berenang?” Anwar bertanya pada temannya.
Sang jelatik menjawab: “Allah telah menciptakan sebagian dari kami dengan kemampuan untuk berenang. Dia telah memberikan mereka kaki berselaput jala agar mereka mampu berenang saat masuk ke dalam air. Sebagian lain dari kami memiliki jari tipis tanpa jala. jadi, selain burung air, burung tak dapat berenang.”
“Sama seperti sepatu renang!” Anwar berseru. “Saat aku berenang dengan memakai sepatu renang, aku dapat berenang dengan jauh lebih cepat.”
“Ada beberapa burung yang telah memiliki sepatu renang ini sejak lahir,” kata sang burung.
Saat Anwar dan sang burung sedang berbincang-bincang, ibunya menyuruh Anwar untuk masuk ke kamarnya dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pada saat bersamaan, hujan pun telah reda.
Anwar berkata pada temannya: “Sekarang aku harus masuk ke kamarku dan mengerjakan pekerjaan rumahku. Besok aku akan bercerita kepada teman-temanku tentang kemampuan istimewamu, dan bagaimana Allah telah menciptakan kamu dan makhluk lainnya melalui karya seni kreatif yang sedemikian sempurna.”
“Hujan telah reda, jadi aku dapat kembali ke sarangku,” jawab sang jelatik. “Terima kasih telah membawa aku masuk, Anwar. Saat kau menceritakan temanmu tentang kami, Bisakah kamu sampaikan juga kepada mereka untuk peduli kepada kami dan jangan melemparkan batu kepada kami atau kepada makhluk lainnya?”
“Ya, tentu saja aku akan menyampaikannya kepada mereka,” Anwar setuju. “Semoga Allah melindungimu.” Anwar membuka jendela dan sang burung segera terbang, melayang menembus udara. Anwar memikirkan kesempurnaan dalam ciptaan Allah dan duduk mengerjakan pekerjaan rumahnya